Pendekatan PAK
dalam Masyarakat
Majemuk
Menjadi
guru PAK dalam era sekarang ini tidak mudah, apalagi dalam menghadapi
nilai-nilai perubahan sekarang ini dalam berbagai bidang kehidupan.
Dengan
melihat perubahan kehidupan yang amat pesat ini, menjadi tugas dan tanggung
jawab guru PAK untuk berupaya pembentukan akhlak dan moralitas peserta didik
agar mereka memiliki perilaku, nilai, dan pandangan hidup yang baik.
Oleh
karena itu, perlu ada pendekatan-pendekatan Pendidikan Agama Kristen dalam
masyarakat majemuk, yaitu:
1)
Pendekatan
Instruksional
Pendekatan
Instruksional merupakan suatu pola pendidikan Kristiani yang lebih menekankan
pembelajaran. Yang perlu kita cermati dalam pendekatan Instruksional ini adalah
menghadapi dunia ini sebagai orang-orang Kristen.
Pendekatan
ini mengharapkan peserta didik untuk berfikir, berefleksi terhadap isi Alkitab
dalam terang pengalaman mereka, dan memilih suatu cara hidup dengan hidup dalam
dunia ini sebagai respon terhadap panggilan Allah.
Proses
pendidikan dalam pengajaran ini mengarah pada refleksi teologis yang terjadi
dalam memahami, menghidupi, dan melakukan iman dengan konteks kekeluargaan.
Konteks
kekeluargaan adalah suasana yang saling menghormati, saling menghargai, dan
saling membantu, suasana yang sangat membantu peserta didik untuk bertumbuh dan
berkembang dalam iman dan kepercayaan Kristiani, serta suasana yang menjadikan
pengalaman sebagai cara untuk memudahkan pemahaman dan perelevansian materi.
Dengan
menjalani semua proses pendidikan berdasarkan pendekatan Instruksional ini,
diharapkan peserta didik dapat menjadi orang yang siap menghadapi berbagai
permasalahan dan tantangan kehidupan dunia dengan tetap berpegang pada iman
Kristen, juga berfungsi dalam membentuk orang yag hidup bertanggung jawab dan
setia dalam berhadapan dengan dunia dengan berpegang juga pada iman Kristen.
2)
Pendekatan
Perkembangan Spiritual
Pendekatan
Perkembangan lebih menekankan pada pembentukan spiritualitas dan pembentukan
iman individu untuk mewujudkannya dalam pelayanan sosial. Tujuan pendekatan ini
adalah untuk membantu orang-orang mengembangkan kehidupan batin dan merespon
dengan aksi keluar kepada orang lain atau sesama dan dunia.
Yang
menjadi fokus pendekatan perkembangan ini adalah bagaimana setiap pribadi
berkembang dalam imannya, sehingga mencapai hubungan dengan sumber terdalam
kehidupan kita yakni Tuhan.
Semua
proses yang terdapat dalam pendekatan ini harus bermanfaat untuk kegiatan
pelayanan keluar (dunia). Melayani orang-orang yang membutuhkan dan melayani
dunia dengan modal yang telah disiapkan.
3)
Pendekatan
Komunitas Iman
Pendekatan
komunitas iman adalah suatu pola pendidikan kristiani yang membantu
komunitas-komunitas yang mempromosikan perkembangan manusia yang otentik dan
membantu orang menentukan komunitas.
Pengajar
berperan sebagai pemimpin komunitas yang memfasilitasi komunitas tersebut.
Setiap apa yang terjadi dan semua hal yang dilakukan dalam komunitas itu
menjadi hal utama dalam pembentukan pribadi-pribadi dalam komunitas. Kata
“saling” adalah kata kunci dimana suatu kelompok itu bisa disebut sebagai
komunitas. Rasa saling menghormati, mengenal, memperhatikan, mendukung dan
saling mengingatkan.
Kesimpulan
Pendekatan-pendekatan ini memiliki
karakteristik seperti : berhadapan dengan dunia, melihat jemaat sebagai setting
utama, menggunakan refleksi teologis dan menekankan pengalaman yaitu terjadinya
pembelajaran sesuai nilai-nilai Kristiani yang bersumber pada Alkitab.
Jadi
pendekatan-pendekatan ini dapat dipakai dalam Pendidikan Agama Kristen dalam
Masyarakat majemuk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar